Blog updates

Latest news & updates
Uncategorized

Pengalaman 7 hari setelah menetap di amerika

February 2, 2018

Tidak terasa Sudah 7 hari lamanya aku menetap di bagian northern California, amerika serikat. Memang sih masih seumur jagung mengenal amerika dari sudut pandang immigrant sepertiku yang merantau jauh dari tanah air indonesia ke amerika untuk mengikuti tunanganku yang berasal dari amerika untuk menikah & menetap disini.

 

Masih segar diingatan malam minggu itu ketika sampai di bandara internasional san fransisco, aku merasa sangat deg-degan ketika mengantri di barisan imigrasi untuk non us citizen. Terlebih Sebelumnya membaca artikel-artikel yang diceritakan bahwa petugas imigrasi US Itu galak-galak dan bahkan sampai ada yang dibawa ke ruang interogasi secara acak.

Perutku sudah agak mual membayangkannya, namun justin sang tunangan selalu menenangkan melalui pesan-pesannya yang masuk melalui ponselku. Selama sejam mengantri kini hampir tiba giliranku maju ke loket imigrasi, Seorang petugas pria berkulit putih yang berada di loket tepat didepanku itu memintaku maju ke barisan loketnya, dia menyapaku dengan agak ramah dan tanpa diminta, Aku langsung menyodorkan amplop cokelat dari kedutaan yang masih tersegel rapi dan tidak lupa buku passport berwarna hijau tua ini.

Dia melihat passport ku dengan seksama dan melontarkan beberapa pertanyaan basic seperti kapan aku akan melangsungkan pernikahan di amerika? Dan alamat aku akan tinggal selama disini. Setelah pemeriksaan biometrik sidik jari dan retina mata. Akhirnya dia mencap juga visa US K1 ini dengan batas waktu sampai akhir april,kemudian mengatakan kalimat yang membuatku girang setengah mati “ okay miss, welcome to United States “
Setelahnya akupun melenggang pergi dengan enteng sambil tidak lupa mengucap “thank you so much sir” kepadanya terlebih dahulu.

Setelah itu aku mengambil 2 koper yang beratnya amit-amit ini dan akhirnya dengan secepat mungkin mendorong kereta yang berisi koper-koper ini ke gerbang pintu keluar. Disana aku melihat justin yang sedang melambaikan tangannya sambil berjalan kecil kearahku, dengan tersenyum lebar dan kami berpelukan yang cukup lama untuk melepas rindu setelah 2 bulan tidak berjumpa.

Perasaaan campur aduk antara bahagia dan masih tidak percaya bahwa akhirnya setelah setahun berjuang mengurus segala tetek bengek kepindahan (mostly nungguin approval visa yang lama banget keluarnya) akhirnya aku bisa datang ke amerika dan memutuskan hubungan jarak jauh ini.

Kami pun Mengendarai mobil Dari san fran ke sacramento yang ditempuh dalam waktu 2 jam, selama itu kami hanya bercengkrama ringan dan mampir ke restoran mexican cepat saji untuk membeli Taco dan soda.

Itu adalah pertama kalinya aku menyicipi masakan mexican yang lebih real dibandingin mexican food yang dijual di acara festival food di indonesia.
Aku cukup menyukainya, atau mungkin pada malam itu aku sudah cukup lelah untuk menilai makanan jadi 2 taco ludes dalam waktu 10 menit saja.

2 hari setelah menetap di Amerika..
aku sibukkan dengan menata rumah & membersihkannya, maklum kami berdua memutuskan pindah ke rumah baru ini jadi isi rumah juga masih super berantakan dengan peralatan tukang & barang-barang milik justin yang belum ditata.

Pelan-pelan aku membersihkannya dengan dibantu justin, dan sibuk bolak-balik walmart & costco (nama supermarket) untuk membeli peralatan dasar seperti tissue toilet, peralatan memasak, bed sheets set dll

Rada capek ya keliling walaupun hanya di dalam satu bangunan supermarket, karena memang disini kebanyakan supermaket itu punya bangunan yang SUPER LUAS! Rasanya kayak jogging dari lorong makanan ringan ke tempat perkakas rumah tangga itu lumayan juga jaraknya.

Dan yang menyenangkan adalah adanya self check out di hampir berbagai supermarket besar disini, jadi walaupun gak dbantu oleh kasir, kita bisa ngelakuinnya sendiri dari scanning barang sampai gesek kartu debit/kredit untuk pembayarannya.

Self check out yang ada di walmart

Lelah? Super! Masih jetlag tapi harus ngerjain pindah-pindahan rumah itu capeknya double tapi bahagia! Bahagia karena kita bisa memiliki rumah idaman yang selalu kita bayangkan bahkan sejak 3 tahun yang lalu kita bersama.

3 hari setelah menetap di Amerika, akhirnya badanku ambruk kecapean & ditambah cuaca yang dingin + makanan amerika yang belum akrab dilidahku.
Sebenarnya aku hanya butuh dikerok tapi karena ngga ada yang bisa ngerok disini akhirnya aku memakai baju 3 lapis meskipun sedang dirumah dan menyalakan pemanas, tetap saja aku merasa dingin. Kemudian mengoleskan banyak balsem ke punggung dan perut, tidak lupa menyeduh wedang instan yang aku bawa dari indonesia. Belum cukup disitu aku memakai heating pad untuk pinggang agar terasa hangat dan badan tidak capek- capek.

4 Hari setelah menetap di Amerika..
Aku menghabiskan waktuku untuk beristirahat dan memasak, aku memutuskan untuk tidak ‘jajan makanan amerika sementara waktu ini’ karena cita rasa makanannya yang aku rasa terlalu hambar untuk lidah indonesia seperti aku ini,lebih baik memasak didapur saja.

awalnya sih pengen nangis, ya lagi gak enak badan begini sih pengennya memesan makanan melalui go food di aplikasi gojek, sudah terbayang di kepala betapa enaknya ayam geprek & bubur ayam mang oyo. Tapi apa daya, disini mana ada yang jualan makanan ala restoran kecil macam di indonesia, kalaupun ada restoran indonesia,harganyapun cukup mahal dan belum tentu cita rasanya sama seperti yang di indonesia.

Aku selalu berusaha membuat makanan yang enak untuk justin, apalagi dia sangat menyukai masakan indonesia.

Dan entah mengapa aku kurang bersemangat menyantap makanan hasil karyaku, aku malah lebih bersemangat menyantap indomie rasa soto + telor setengah matang di hari-hari pertama di amerika, dalam aku bercelutuk “ nah ini rasanya kayak di indonesia versi anak kosan” rasanya seperti balik ke jaman masih ngekost di bandung, cuaca yang selalu adem ditemani oleh semangkuk mie rebus, ahh nikmatnyoo..

Oiya , untuk kalian yang penasaran indomie ini bisa ditemukan di asian supermarket semacam 99 ranch market atau koreana supermarket, harganya sekitar kurleb $15 untuk satu dusnya

5 Hari setelah menetap di Amerika..
Hal favoriteku ketika menunggu justin pulang kerja, yaitu tidur siang (masih jetlag hehe alasan buat tidur siang sebenernya) aku juga memiliki banyak waktu untuk ngurusin konten blog & OA kemudian bersantai sejenak sambil menikmati berbenah rumah baru.


Akhir pekan di amerika..
Justin mengajakku mengunjungi mall yang berada 30 menit dari rumah, girang dong akhirnya bisa jalan-jalan lagi di mall hehe
Kali ini agendanya membeli pakaian untuk dipakai selama winter ini , maklum aku hanya bawa 2 winter coat dan sedikit baju saja.

Tapi sayang, sesampainya di forever21, koleksi baju disana sudah bukan winter lagi, melainkan koleksi untuk spring, karena bahan pakaiannya juga lebih terbuka dan tipis, jadi akupun hanya membeli 1 buah celana kain saja huhu..

Setelahnya berbelanja sedikit di sephora
Kali ini aku membeli waterbomb eye cream dari belief (sebuah merek skincare dari korea selatan) dan Dior lip
Total kerusakan alias total yang harus dibayar sebesar $80! Aku lupa bahwa harga yang tercantum, belum termasuk pajak yang sebesar hampir 10% hehe

Tidak jauh dari sephora, aku mampir ke store lush untuk membeli masker ‘Dont look at me’ masker berwarna biru emesh ini mengalihkan perhatianku untuk sukses membawanya pulang ke rumah.

Tidak terasa sudah 3-4 jam keliling di mall ini (ke banyakan mampir ke makeup shop)
Walaupun itu bagi pecinta makeup & skincare kayak aku rasanya gak cukup! Perasaan baru sejam ehh padahal pas liat jam sudah sore, akhirnya kita beranjak pulang karena aku gak tega ngeliat justin sudah kecapean dan sabar banget nungguin aku milih-milih makeup.

Malamnya kami masak bersama , membuat oseng-oseng sayur dan ayam panggang ( maaf aku lupa memfoto hasil kreasi masakan kami karena sudah kelaparan jadi keburu ludes sebelum difoto) dan menghabiskan waktu yang berkualitas bersama.

Aku sangat beruntung memiliki seseorang yang mencintaiku dengan apa adanya diriku tanpa berusaha untuk mendikte dan merubahku menjadi karakter lain.

Dia selalu berkata’ lakukan apa yang menurutmu baik & yang kamu sukai’ dia mempercayaiku bahkan ketika aku sedang tidak yakin pada diri sendiri.
Dia mendukung segala hobbyku, dari menjadi seorang blogger, kegiatan yang cukup aku gemari ini , padahal aku melakukan ini karena ini adalah kegiatan karena aku punya banyak waktu luang (maklum sekarang cuma berperan jadi isteri dirumah) menulis di blog adalah bagian dari passionku tanpa pernah menerima fee dari pihak lain, aku melakukan ini pure karena kesukaan aku sharing tentang skincare & makeup juga sedikit kehidupanku pada pembaca.

Jadi inilah sekelumit kisah 7 hari setelah menetap di Amerika, untuk kalian yang sedang merantau di kampung & negeri orang, tetaplah semangat!

Write a Comment